Sulap Angka
Effects : Anda mampu menebak dua digit angka yang dipikirkan oleh penonton dengan perhitungan matematis.
Prosedur :
1. Panggil seorang sukarelawan, beri ia sebuah kalkulator, dan suruh ia memikirkan 2 digit angka. (Misal : 89)
2. Minta ia mengetikkan angka tersebut tiga kali di kalkulator (898989)
3. Minta ia membaginya dengan 1443 (898989 : 1443 = 623) dan menyebutkan bilangan tersebut pada anda.
4. Yang harus anda lakukan adalah membagi 7 bilangan yang diperoleh pada nomor 3 (623 : 7 = 89), maka anda akan dapat menebak 2 digit bilangan yang dipikirkan oleh sang sukarelawan.
Sulap Angka " 73 "
Anda mampu membuat prediksi yang tepat sesuai dengan hasil perhitungan.
Persiapan : Siapkan amplop berisi prediksi bertuliskan angka "73"
Prosedur :
1. Katakan bahwa anda telah membuat sebuah prediksi di sebuah amplop terutup. Berikan amplop ini ke salah satu penonton.
2. Panggil seorang sukarelawan (anda bisa mencoba dengan beberapa sukarelawan sekaligus bila sudah mahir) naik ke atas panggung, dan beri ia sebuah kalkulator.
3. Minta ia memikirkan 4 digit angka (misal : 6743)
4. Suruh ia mengetikkan 4 digit angka tersebut dua kali di kalkulator (67436743)
5. Minta ia membaginya dengan 137 (67436743 : 137 = 492239)
6. Suruh ia membagi angka yang diperoleh di poin nomor 5 dengan 4 digit angka yang pertama kali ia pikirkan (492239 : 6743 = 73)
7. Ingatkan bahwa sang penonton memilih sendiri 4 digit angka, dan tidak ada rekayasa di antara anda berdua. Bukalah prediksi anda, dan hasilnya pasti tepat!
Sulap - Sulap
Anda suruh penonton atau siapa saja memikirkan satu angka bebas (mulai dari 0 – tak terhingga). Lebih bagus kalau Penontonnya pake kalkulator. Mintalah dia menambahkan dengan Angka Rahasia tadi dengan 10, tambah lagi 34, kurangi 150, tambah lagi 55, atau berapalah terserah. Lalu Anda akan bisa menebak angka akhirnya. Bagaimana caranya?
1. Anda minta salah seorang penonton dengan menuliskan suatu Angka di kalkulator. Dan harus diberitahu bahwa angka tadi adalah Angka istemewa penonton tadi.
2. Lalu Anda minta tambahkan dengan 5, tambah lagi 6, tambah lagi 20, kurangi 12, kurangi dengan Angka Istimewa penonton tadi 3. Hasilnya adalah 19. Kok bisa? Berikut Penjelasnnya; Anggaplah angka penonton sebagai A.
A + B – A = B
B bisa diisi macem-macem.
Misalnya: (5+6+20) – 12 = 19.
Jadi yang Anda hitung adalah angka yang Anda sebutkan sendiri. Karena berapapun angka pilihan penonton nanti akan dikurangi lagi dengan angka yang sama.
Kombinasi:
Setelah mengurangi Angka penonton tadi, Anda bisa menggunakan operasi Perkalian dan Pembagian. Tapi, kalau belum dikurangi Angka Istimewa penonton, jangan pake operasi perkalian atau pembagian.
Kesimpulan: Kita tidak menebak Angka penonton, tapi kita menebak hasilnya saja. Penonton akan berpikir bahwa dengan menebak hasilnya kita juga tahu Angka penonton, inilah rahasianya.
Sejarah Persijap
Sebelum berkiprah dalam kancah persepakbolaan nasional seperti sekarang ini, persijap telah mengarungi perjalanan dalam rentang waktu yang cukup panjang. Dengan kata lain sepakbola di Jepara mempunyai catatan sejarah yang cukup panjang.
Pada paruh waktu sekitar tahun 1930-an, di Jepara lahir dua klub sepakbola bentukan Belanda. Yaitu Y.V.C. (Yapara Voedbal Club) dan Alsides. Dengan demikian cikal bakal sepak bola di Jepara sudah berakar sejak penjajahan Belanda. Sepak bola di Jepara pada kurun waktu itu dalam waktu singkat sudah bisa menjadi olah raga rakyat. Di setiap pelosok desa sepak bola sudah dimainkan. Namun setelah Belanda kalah dan bangsa Indonesia di jajah Jepang, dua klub tersebut akhirnya bubar.

Tetapi terbukti kemudian, sebagai olah raga rakyat, sepak bola terus berkembang. Melihat perkembangan sepakbola di Jepara, Bupati Jepara waktu itu, Syahlan Ridwan (1954) berkeinginan membentuk sebuah kesebelasan milik Kabupaten Jepara. Ide ini dilandasi dengan semakin banyaknya klub-klub yang tumbuh. Tahun itu kemudian dicatat sebagai tahun berdirinya Persijap Jepara, tepatnya pada tanggal 11 April 1954.
Seiring dengan perjalanan serta kiprah persijap di jagat persepakbolaan nasional, juga memunculkan beberapa nama yang menjadi populer, bahkan melegenda. Diantaranya adalah Kamal Junaidi, yang meninggal karena tersambar petir, dalam laga final Piala Makutarama yang digelar di Salatiga pada tanggal 28 Agustus 1973 melawan kesebalasan dari Persipa Pati. Nama Kamal Junaidi kemudian diabadikan sebagai nama stadion sepak bola, yang menjadi kebanggan warga masyarakat Jepara.
Beberapa pemain sepakbola dari Jepara juga pernah memperkuat timnas. Diantaranya adalah Haryanto yang menjadi kiper andalan timnas pada tahun 1979. Setelahnya juga ada nama Siswadi Gancis yang menjadi kiper PSSI Garuda pada tahun 80-an. Generasi setelahnya pada tahun 2000-an juga ada nama Solekan, dan Warsidi.
Sehingga tidak berlebihan kalau Jepara, yang nota bene merupakan kota kecil, menjadi barometer sepak bola di Jawa Tengah. Bahkan dalam perkembangannya sekarang, bisa melampaui PSIS Semarang dan Persis Solo, yang mempunyai nama lebih besar dan dana yang juga lebih besar. Hal ini terkait dengan keberhasilan Persijap berhasil lolos ke Liga Super PSSI 2008. Sedangkan kedua tim lainnya dari Jawa Tengah tersebut tetap bertahan di Divisi Utama
Home base Persijap terletak di Jl. Mangunsarkoro Jepara, sedangkan home ground-nya akan menempati stadion yang baru, yaitu Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK). Stadion GBK menjadi stadion yang baru bagi Persijap, karena stadion Kamal Junaidi tidak lagi memenuhi syarat untuk dipakai bertanding dalam ajang Superliga tahun 2008.
Kapasitas stadion (GBK) mempunyai daya tampung sekitar 20.000 penonton, dengan kapasitas tribun tertutup sebanyak 7000 orang dan tribun terbuka 13.000 orang penonton. Hampir setiap kali pertandingan home (kandang), stadion di Jepara dipenuhi oleh penonton/supporter setia Persijap.Sementara ini supporter Persijap yang berjumlah sekitar 10.000 orang terbagi dalam 2 (dua) kelompok, yaitu Jetman (Jepara Tifosi Mania) dan Banaspati.
Stadion GBK terletak di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara, sekitar 1 km dari Kantor Bupati Jepara. Stadion GBK dibangun sejak tahun 2001. Luas kawasan atau kompleks stadion ini 159.800 m2 dengan luas stadion 30.000 m2., dan luas lapangan 7.500m2. Stadion ini nantinya dilengkapi dengan track untuk lintasan atletik dengan panjang 500m2 dengan lebar 6 m. Fasiltas lain yang melengkapi stadion GBK adalah tribun terbuka dan tribun VIP yang bertatap space frame.
Jenis rumput yang digunakan di lapangan utama stadion GBK adalah bermuda (dactylon cycnodon). Fasilitas stadion nantinya akan semakin representatif dengan dilengkapinya sarana dan fasilitas stadion berupa ruang ganti pemain, ruang ganti wasit serta ruang untuk peliputan dan konferensi pers. Fasiltas berupa kamar mandi – shower dan toilet diharapkan bisa membuat pengguna stadion ini bertambah nyaman.
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 15 July 2008 )
PROFILE TEAM PERSIJA
Berdiri : 1928
Alamat : Graha Wisata GOR Ragunan Lt 2 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telepon : 021-7818160
Ketua Klub : Toni Tobias
Stadion : Gelora Utama Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Sejarah Singkat
Persija adalah singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta, sebuah klub sepakbola profesional yang berbasis di ibu kota.
Saat ini, tim berjuluk Macan Kemayoran merupakan salah satu kontestan Superliga 2008/09. Kompetisi kasta tertinggi di pentas sepakbola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini.
Didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), tim ini adalah merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan persatuan sepakbola seluruh Indonesia (PSSI).
Hal itu ditandai dengan keikutsertaan wakil VIJ Mr Soekardi, dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta pada Sabtu 19 April 1930.
Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu.
Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati.
Akibatnya Persija mengalami krisis finansial yang hingga saat ini masih terus dialami tim yang memiliki pendukung fanatik yang cukup besar bernama Jak Mania.
Kiprah Di Superliga 2008/09
Di pertandingan awal Superliga, Persija sempat menggembrak dengan mendulang tujuh kemenangan, sekali seri dan sekali kalah, dari sembilan laga yang mereka mainkan. Sayang setelah itu mereka sempat mencetak hattrick kekalahan secara beruntun. Terlebih dengan kekalahan tragis dari tuan rumah Persipura dengan skor telak 6-0.
Hal tersebut ditengarai akibat krisis finansial yang belum juga berakhir, sehingga mental bertanding Ponaryo Astaman dan kawan-kawan terganggu. Maklum saja, karena krisis finansial itu membuat pemain belum menerima gaji selama beberapa bulan.
Peluang Juara
Sebagai tim yang boleh dikatakan bertabur bintang, Persija Jakarta punya kans yang cukup besar untuk tampil sebagai juara Superliga musim ini.
Meski demikian, bukan perkara mudah bagi tim ibu kota ini untuk bisa tampil menjadi yang terbaik. Pasalnya, mereka harus bisa bersaing dengan tim papan atas lainnya yang juga punya ambisi yang sama. Terlebih dengan kondisi finansial yang belum jelas.
skuad Persija di Liga Super 2008
GK: Hendro Kartiko, Iswan Karim, Firmansyah
B: Ismed Sofyan, Herman Abanda, Pierre Njanka, Leo Saputra, Bahtiar, Leonard Tupamahu, Danan Puspito, Wasiatul Akmal
T: Greg Nwokolo, Ponaryo Astaman, Robertinho, M. Ilham, Ramdani Lestaluhu, Gangga Mudana, Supriyono, Ade Suhendra, Agus Indra
D: Bambang Pamungkas, Aliyudin, Melky Pekey, Lopez

Tidak ada komentar:
Posting Komentar